Tampilkan postingan dengan label Bali Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali Utara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Agustus 2011

Danau Buyan

















Sedikitnya 12 sumber mata air muncul secara tiba-tiba di sekitar Danau Buyan, Kabupaten Buleleng, salah satu dari empat danau di Bali yang berlokasi sekitar 55 km utara Denpasar. Danau Buyan yang berlokasi di daerah berhawa sejuk dengan luas sekitar 4,93 km2 selama ini dipercaya sebagai gentong (jeding), yang airnya mengalir dalam tanah yang kemudian muncul menjadi mata air untuk pengairan irigasi di wilayah Kabupaten Buleleng maupun Kabupaten Tabanan.

Pelestarian Budaya Tradisional di Bali Utara

















Singaraja, Pawai Dawang-Dawang yang kali pertama digelar Pemkab Buleleng melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, merupakan satu upaya untuk melestarikan tradisional Budaya yang dimiliki Bali Utara.

Gelaran Pawai Budaya Dawang-Dawang, Kamis (7/4) memiliki arti tersendiri bagi Kabupaten Buleleng. Wahana Pawai yang merupakan kali pertama itu sebagai pelestarian tradisi Budaya yang dimiliki Bali Utara termasuk sebagai penggalian potensi untuk dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat.

Bupati Buleleng, Putu Bagiada mengatakan, dipilihnya Pawai Budaya berupa penampilan Dawang-Dawang untuk melestarikan tradisi khas Bali Utara dalam rangkaian Upacara Pengabenan, disamping tema kegiatan PKB, Desa Kala Patra.

Di sisi lain keberadaan dawang-dawang sebagai bagian dari prosesi pengabenan saat ini sudah sangat jarang ditemukan.“Pemerintah Kabupaten Buleleng akan melakukan upaya untuk menggali satu persatu potensi budaya, tradisi maupun kesenian yang langka dan khas Bali Utara untuk dapat ditampilkan dalam berbagai kegiatan budaya,” ungkap Bupati Bagiada.

Hal senada diungkapkan Budayawan Buleleng Gede Marayana, dimana Dawang-Dawang yang digunakan dalam setiap pengabenan di Buleleng memiliki makna antara kelahiran dan kematian ataupun purusa dan predana. ”Ada makna tersendiri untuk dawang-dawang itu, kalau dalam prosesi pengabenan menyimbolkan sebuah kelahiran dan kematian, baik purusa atau predana (laki dan perempuan) sehingga dawang-dawang itu selalu ditampilkan sepasang,” paparnya. 

Dawang-Dawang sebagai bagian dalam sebuah proses pengabenan di Bali Utara sejak delapan tahun terakhir sangat jarang dan langka ditemukan di Kabupaten Buleleng. Menyikapi kondisi itu, Dawang-Dawang sebagai kesenian Khas Bali Utara mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Buleleng, sehingga dalam ajang Pawai Budaya Pembukaan Pesta Kesenian Bali, PKB ke tiga puluh tiga Kabupaten Buleleng yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun Kota Singaraja ke 407 menjadi tema utama, disamping Ogoh-Ogoh berupa Singa Ambara Raja dan Megoak-goakan. 

Pawai Budaya Dawang-Dawang yang dipusatkan di Tugu Singa Ambara Raja di buka Bupati Buleleng Putu Bagiada ditandai dengan pemukulan kulkul disaksikan Jajaran Muspida Kabupaten Buleleng beserta undangan dan ribuan masyarakat yang tumpah ruah menyaksikan pawai budaya itu.

Dalam Pawai Budaya Dawang-Dawang diawali dari Tugu Singa Ambara Raja dengan menempuh Rute Jalan Veteran, Jalan Gajah Mada, Jalan Dokter Sutomo, Jalan Ahmad Yani hingga finish di Jalan Dewi Sartika Selatan.

Pantai Lovina

















Lovina atau sering juga disebut Pantai Lovina merupakan salah satu kawasan wisata laut yang terdapat di bagian utara Pulau Bali. Pantai yang terletak di Lovina di daerah Bali Utara ini memang menarik karena masih relatif alami. Salah satu keunikan di pantai ini adalah Anda bisa menyaksikan aksi lumba-lumba liar yang terdapat di laut.

Air Panas Banjar

















Tidak jauh dari kawasan Lovina, kita akan melanjutkan perjalanan menuju tempat pemandian Banjar Hotspring alias air panas Banjar.

Terletak di Desa Banjar, Kecamatan Banjar ± 5 km sebelah barat dari Lovina dan ± 1 km sebelah barat Wihara Budha. Air Panas Banjar dikenal sebagai sebutan Hot Spring sudah tidak asing lagi bagi para praktisi pariwisata. Berbagai tamu dari mancanegara telah mengunjungi wisata alam ini. Air panas yang muncul dari perbukitan setempat dibuat bertingkat, ditingkat pertama terdiri dari beberapa pancoran dimana wisatawan dapta mandi air panas. Kolam kecil juga tersedia pada tingkatan ini. Pada tingkatan kedua kolam dibuat lebih besar.

Di musim liburan, tempat ini banyak dikunjungi oleh wisatawan asing dan lokal ataupun masyarakat sekitarnya.

Air Terjun Gitgit

















Air Terjun ini terletak di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada. Dari Kota Singaraja berjarak 11 km ke arah selatan menuju Desa Pancasari dan Bedugul. Air terjun yang berketinggian ± 35 meter ini sangat asri dan memiliki panorama yang indah dan berada di lingkungan yang berhawa sejuk.Turun dengan jalan kaki setelah melewati tempat Parkir Gitgit, beberapa pemuda lokal yang diorganisir oleh desa adat setempat menawarkan jasa mengantar para wisatawan menuju wisata air terjun yang indah ini. Disamping suara deburan air terjun dan kicauan burung, hamparan sawah, perkebunan cengkeh dan kopi / begitu pula tumbuhan bambu sepanjang jalan menuju air terjun menyuguhkan suasana damai dan alami.
----OM SWASTIASTU---- Welcome to my blog, hopefully you get the information you want on the tourist island of Bali